Wednesday, April 27, 2011

Welcome to Imajinasi-Unik: Memasang Alert pada Blog

Welcome to Imajinasi-Unik: Memasang Alert pada Blog

Kadang BUDek bisa menjadi Anugrah

Suatu saat ada perlombaan panjat tebing
yang diikuti oleh para katak dari
segala jenisnya. Ketika start semua
penonton bersorak mendukung mereka.
Tapi di tengah pertandingan, beberapa
katak menyerah karena medan perlombaan
sangat berat. Hanya ada lima katak
terus berjuang mencapai garis akhir.
Saat medan bertambah sulit para
penonton yang tadinya mendukung para
katak itu mulai tidak yakin akan
kemampuan mereka. Mereka berteriak agar
para katak menyerah saja. Bahkan
sebagian memberitahu para katak bahwa
medan yang berat itu berbahaya dan bisa
membunuh mereka. Akhirnya hanya seekor
katak yang bertahan dan memenangkan
perlombaan. Setelah diteliti mengapa
banyak yang gagal, hasilnya menyebutkan
mereka mendengarkan perkataan penonton
menjadi takut dan berhenti. Dan
bagaimana dengan katak yang bisa terus
dan akhirnya memenangkan pertandingan?
Ternyata ia adalah seeokr katak yang
tuli, ia tidak mendengar apapun yang
penonton katakan. Dalam kasus ini,
budek itu anugerah.

Saat kesulitan hidup meningkat, kita seringkali
mendengarkan suara negatif orang-orang
di sekitar kita dan mempercayainya.
Jadi jika anda ingin mencapai tujuan
hidupmu, jangan memberi tempat kepada
perkataan negatif, intimidasi dari
orang lain. Yakinlah akan tujuanmu,
tempatkan perkataan Tuhan sebagai
panduan, dan percayalah akan jawaban
doa-doamu !

Tutuplah kuping Anda untuk hal-hal yang
negatif!


0ke, atuR ..
hehehehe

Alpabet menuju sukses

A : Accept
Terimalah diri Anda sebagaimana adanya.

B : Believe
Percayala h terhadap kemampuan Anda
untuk meraih apa yang Anda inginkan
dalam hidup.

C : Care
Pedulilah pada kemampuan Anda meraih
apa yang Anda inginkan dalam hidup.

D : Direct
Arahkan pikiran pada hal-hal positif
yang meningkatkan kepercayaan diri.

E : Earn
Terimalah penghargaan yang diberi orang
lain dengan tetap berusaha menjadi yang
terbaik.

F : Face
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

G : Go
Berangkatlah dari kebenaran.

H : Homework
Pekerjaa n rumah adalah langkah penting
untuk pengumpulan informasi.

I : Ignore
Abaikan celaan orang yang menghalangi
jalan Anda mencapai tujuan.

J : Jealously
Rasa iri dapat membuat Anda tidak
menghargai kelebihan Anda sendiri, jadi
hindarilah.< BR>
K : Keep
Terus berusaha walaupun beberapa kali
gagal.
L : Learn
Belajar dari kesalahan dan berusaha
untuk tidak mengulanginya.
M : Mind
Perhatikan urusan sendiri dan tidak
menyebar gosip tentang orang lain.

N : Never
Jangan pernah putus asa.

O : Observe
Amatilah segala hal di sekeliling Anda.
Perhatikan, dengarkan,dan belajar dari
orang lain.

P : Patience
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang
membuat Anda terus berusaha.

Q : Question
Pertanya an perlu untuk mencari jawaban
yang benar dan menambah ilmu.

R : Respect
Hargai diri sendiri dan juga orang
lain.
S : Self Confidence, Self Esteem, Self
Respect
P ercaya diri, harga diri, citra diri,
penghormata n diri membebaskan kita dari
saat-saat tegang.

T : Take
Bertanggung jawab pada setiap tindakan
Anda.

U : Understand
Pahami bahwa hidup itu selalu ada
potensi untuk naik

V : Value
Nilai diri sendiri dan orang lain,
berusahalah melakukan yang terbaik.

W : Work
Bekerja dengan giat, jangan lupa
berdo'a.

X : X'tra
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

Y : You
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z : Zero
Selalu ingat, usaha nol membawa hasil
nol pula.

Dengarkan Kata Cinta

Cinta merupakan satu kata yang universal sehingga setiap orang akan mengerti arti kata tersebut saat mendengarnya. Tetapi masih banyak orang yang sulit dalam mengungkapkan dan mendengarkan kata cinta.

Untuk mengekspresikan rasa sayang ataupun cinta memang tidak semudah yang anda bayangkan. Karena cinta yang begitu universal, tidak hanya kepada kekasih tetapi juga pada keluarga, teman dan orang-orang terdekat anda. Seringkali orang mengalami kesulitan untuk mengungkapkannya, terutama jika pada bukan kekasih anda. Hal-hal yang semula ingin diungkapkan sebagai ekpresi cinta, terkadang keluar menjadi simbol atau kata-kata lain yang begitu implisitnya mengandung cinta, sehingga orang tersebut tidak menangkap ekpresi cinta anda dan merasa tidak dipedulikan atau malah tidak disukai. Kesalahpahaman seringkali terjadi karena masalah komunikasi yang terhambat.

Ada saatnya dimana anda ingin menyampaikan rasa kuatir pada sahabat yang sudah seperti saudara sendiri karena sudah saling kenal, tapi merasa enggan untuk mengungkapkannya secara terang-terangan. Karena kata-kata ‘I love you' yang akan sangat terdengar aneh di telinga sahabat dan anda pun malu untuk mengucapkannya, sehingga anda akan lebih memilih untuk mengatakan, "Hati-hati di jalan..." dengan maksud anda tidak ingin sahabat anda terluka karena memang anda sayang.

Saat anda sering dimarahi oleh orangtua anda karena anda sering pulang terlalu malam. Memang yang sampai ditelinga anda dan diproses hanyalah omelannya. Tetapi sebenarnya orangtua anda ingin menyampaikan bahwa dirinya sangat khawatir dan sangat menyayangi anda. Memang ungkapan rasa cinta orangtua anda terwujud dalam bentuk omelan yang terdengar sangat menyebalkan.

Sebenarnya cinta tidak hanya terbatas dengan serangkaian kalimat manis tetapi dalam perbuatan dan kata-kata yang terkadang kurang enak didengar. Cinta dapat diungkapkan dengan hadiah ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman, dengan air mata ataupun hanya pelukan kecil yang hangat. Seringkali orang menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang tidak mendengar cinta yang disampaikan.

Tidak ada salahnya anda mencoba mendengarkan cinta melalui kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting tapi bagaimana anda mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Anda bisa lebih peka dengan mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya. Mendengarkan cinta bisa membuat sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah dengan orang-orang di sekeliling yang mencintai anda dengan tulus.

Tuesday, April 12, 2011

Orang Tua Terbaik Di Dunia

Awalnya aku iri padamu kawan. Aku iri pada semua anak di dunia yang memiki orang tua yang menyangi anaknya dan selalu ada waktu untuk keluarganya. Bisa mengobrol dangan ayah itu pasti asyik. Atau bisa curhat pada ibu juga pasti lebih melegakan daripada curhat kepada teman.
Tetapi tidak dengan orangtuaku. Ya, orangtuaku. Mereka adalah manusia super sibuk. Ibuku setiap pagi harus pergi mengajar anak anak lain sepertiku, dan pulang di siang hari. Dan malamnya ia pakai untuk mengerjakan tugas tugasnya sebagai guru, memeriksa tugas dan ulangan mereka. Dan sisa waktu luangnya ia gunakan untuk meregangkan otot ototnya.
Tidakkah ia ingat denganku yang masih remaja dan membutuhkan perhatian lebih? Aku ini remaja labil kawan, sedikit di sentuh langsung terjatuh. Aku butuh ibu yang bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesahku. Dan yang lebih menyakitkan bagiku adalah ketika aku melihat ibuku sedang mengajar anak anak sepertiku, ia terlihat begitu perhatian kepada anak anak itu. Tetapi tidak denganku. Ya , tidak denganku.
Terlebih lagi ayahku, ia lebih sibuk dari ibuku. Ia terkadang pergi di pagi buta dan pulang malam hari. Atau terkadang pulang sore hari atau siang hari, atau … ah sudahlah tak akan kutuliskan jadwal keseharian ayahku karena aku pun tidak mengerti dengan jadwal ayahku yang tidak tentu itu. Mengingat pekerjaanya sebagai salah satu orang yang berwenang di perusahaannya dan tidak memiliki waktu yang mengikat, dan mengingat perannya yang cukup penting di masyarakat membuatnya harus selalu menyediakan waktu untuk masyarakatnya. Lalu sisa waktu luangnya di rumah ia gunakan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Maka di rumah ia hanya duduk di depan laptop hitamnya atau tidur untuk meregangkan otot ototnya. Ketika aku mencoba mengobrol dengannya, iya hanya menjawab “hmm” lalu beberapa saat diam, lalu berkata “tadi bilang apa?’ lalu sibuk mengetik dan manatap layar kaca laptopnya.
Kawan, sakali lagi kukatakan padamu, aku ini remaja labil. Aku butuh seorang lelaki yang bisa membuat aku tertawa dan melupakan tumpukkan tugas dan pr dari sekolahku untuk beberapa saat.
Ya, aku iri padamu kawan. Sampai suatu saat ketika sebentar lagi umurku akan merubah statusku. Dari remaja menjadi dewasa. Sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesis. Kira kira berapa umurku saat itu? Yap. 16 tahun kawan.
Saat itu, saat aku berusia 16 tahun. aku bicara dengan ayah dan ibuku. Kali ini kami saling menatap wajah, aku mengobrol banyak hal pada mereka. Aku tanyakan semua pertanyaan yang selalu kupendam selama ini. Rasanya nyaman kawan. Nyaman sekali rasanya bisa mengobrol dengan ayah dan ibu, tetapi, walaupun aku senang, saat itu aku melihat wajah ayah dan ibuku dengan seksama. Kau tau kawan? Mata mereka kini tidak lagi cerah seperti dulu, matanya menyiratkan kelelahan, kulit mereka tidak lagi segar, kini mulai tumbuh keriput keriput kecil di sisi mata kanan dan kirinya.
Ya TUHAN, saat itu aku berpikir… apakah wajah kelelahan itu untukku? Ya kawan, semuanya untukku. Setiap hari mereka berjuang untukku, berjuang agar aku bisa sekolah dan menabung untuk uang kuliahku. Dan karena aku tidak menyadari semua itu, aku biarkan ayahku mengambil rapor sekolahku dengan nilaiku yang tidak memuaskan. Tapi apa katanya kawan? “tak apa apa nak, masih ada semester depan, belajarlah yang rajin ya” ya, itulah yang ia katakan. Ia selalu memotivasiku.
Maka pantaskah aku berharap untuk dibuat tertawa oleh mereka? Pantaskah aku jejali hari hari melelahkan mereka dengan cerita ceritaku yang membosankan? Seharusnya aku yang membuat mereka bahagia dan membuat mereka tertawa. Ya, aku seharusnya berpikir lebih dewasa. Ayah, ibu, maafkan aku.
Dan detik itu juga kawan, aku tidak berpikir bahwa aku iri padamu, tapi aku bangga karena aku punya orangtua terbaik di dunia.